Sate Kambing “Pak Matno” Trenggalek

“Manis, gurih tanpa bumbu kacang. Bener2 khas “ngGalekan”.” – MOT

Kalau mau kesini harus siap – siap fisik n mental. Lokasinya ada di desa Dongko, Trenggalek. Tepat di pinggir pasar yang terletak di jalur perlintasan Trenggalek – Ponorogo. Medannya menanjak, berliku dengan kiri kanannya hamparan hutan pinus, dengan deretan bukit di kejauhan. Sampai di tkp udara sejuk langsung menyambut, tepat dibawah warung ini mengalir deras sungai penuh bongkahan batu. Penat perjalanan terhapus sejenak oleh sambutan ramah alam pegunungan. nyaman.

sate-kambing-pak-matno-trenggalek

Warungnya bersih yang jual ramah plus cekatan. Pesanan kami berdelapan, sate gule siap dalam 15menit. 1 porsi isi 4 sate kambing, 2 potong daging gule dan nasi disiram kuah gule dengan gurih kemiri yang menyenangkan. Sate kambing ini sangat khas trenggalek karena beberapa alasan.

Pertama, tidak ada bumbu kacang yang terlibat dalam presentasinya. Baik sate kambing di puncak gunung ini maupun sate daging sapi yang terkenal di pusat kota Trenggalek, daging hanya direndam dalam kecap manis dan dibakar menggunakan arang batok kelapa yang menghasilkan panas tinggi. Walhasil, hasil bakaran terlihat lebih gelap tapi tidak gosong, dan karena dagingnya dijamin daging muda, tidak butuh tenaga ekstra untuk menuntaskan sajian ini. Satenya juga dominan manis, karena setelah disiram kuah gule pun, masih pula disajikan dengan sambal kecap manis pula. hemmm.

Ciri khas kedua adalah penggunaan 3 jenis garnish yang khas ngGalek. Taburan khasnya adalah bawang merah, rajangan daun jeruk dan kecambah pendek. Trust me, cita rasanya jadi khas banget, kombinasi harumnya daun jeruk, berpadu citarasa khas bawang merah dan segarnya kecambah pendek. Sate manis plus empuk, kuah gule segar n garnish yang eksotis, membuat perjalanan untuk menuju ke sana terbayar lunas dan memuasken.

Seporsi ini cukup ditebus 12ribu rupiah plus jeruk hangat – jadi 15ribu sahaja. Sangat layak diperjuangkan.

Monggo.

Kontribusi: Mas Onny Tuna.

Tulis balasan...