Rujak Cingur Mondoroko

“Harta Karun itu cuma beberapa ratus meter dari rumah” – MOT

Saya yakin betul, buat sebagian besar dari anda Rujak Cingur lombok 3 pasti ga ada efeknya. Tapi buat saya, makan siang kali ini bener-bener menguras keringat dan airmata. Huhu ini dia Rujak Cingur Mondoroko yang sudah lama direkomendasikan tetangga kiri kanan tapi baru kesampaian dicoba kemaren siang.

“Gedang kluthuk e kudu sing seger mas, langkung eco maleh petise niki” begitu kira-kira ucapan ibu penjual rujak ini. Petis yang dipakai ada 2 jenis, satu kualitas super, satunya kualitas enak. Ditambah serutan pisang klutuk, kacang tanah, gula merah dan 3 biji cabe, jadilah bumbu alias dressing untuk rujak pesanan saya. Ditambahkan pula rebusan sayur, irisan ketimun dan buah belimbing (segar brur), irisan menjes, tahu, tempejowo dan cingur lengkap sudah “ingredients” pesanan saya.
rujak-cingur-mondoroko

Bumbu petisnya enak, persis seperti garansi si ibuk penjual, kombinasi semua bumbu yang diracik oleh tangan berpengalaman, membaur rapih dengan smua bahan pelengkapnya. Ketika rasa pedass bertemu kesegaran blimbing n ketimun ada sensasi “mak pyar” di ujung lidah dan ujung rambut. Pernah nggak merasakan kaya ada rasa gatal di ujung rambut ketika kepedesan tapi ga bisa berhenti menikmati. huuuffff.

Dan klimaks dari maksi, siang kemaren adalah ketika lidah yang seperti terbakar, akhirnya dibasuh dengan kuah kolak “3 party” (berisi pisang, ubi, agar2) hangat yang bener2 berhasil menyembuhkan lidah saya. Rujak yang enak dan “pedas” diakhiri dengan kolak hangat yang menyegarken. Dan kenikmatan sederhana ini cukup ditebus dengan 12ribu saja dulur. WeeeeeNaaaaak.

Tkpnya di Perum Bumi Mondoroko Raya Malang , tepat di pojokan perempatan blok AL. Buka jam 11 sampe jam 3 sore.

Monggo.

Kontributor: Mas Onny Tuna.

Tulis balasan...